MENTERENG.ID, DEPOK – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jabodetabek berdampak pada salah satu danau di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat. Danau yang hampir mengering justru menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar yang berbondong-bondong mencari ikan.
Pantauan langsung wartawan di Danau Pangkalan Jati, Cinere, Sabtu 19 September 2026 sore, pemandangan danau tampak memprihatinkan. Air danau terlihat menyusut drastis hingga lebih dari 70 persen.
Pinggiran danau yang sebelumnya terendam air kini berubah menjadi daratan luas yang ditumbuhi rerumputan liar dan bisa dilalui warga dengan berjalan kaki. Retakan tanah terlihat di sejumlah sisi danau.
Di beberapa titik tengah, dasar danau bahkan sudah menjadi gundukan tanah yang mengeras. Hanya tersisa beberapa kubangan kecil berisi air keruh bercampur lumpur, tempat ratusan ikan berkumpul dan terjebak.
Kondisi itu dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari peruntungan. Tanpa ragu, mereka turun langsung ke dasar danau yang berlumpur untuk menjala ikan.
Alat seadanya seperti jala kecil, ember, hingga karung bekas pakan ternak dibawa sebagai wadah hasil tangkapan.
Pemandangan menarik terlihat, tak hanya bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak pun ikut turun ke lumpur. Mereka tampak antusias menyaring lumpur demi mendapatkan ikan mujair, nila, dan lele yang masih tersisa.
Sementara warga lainnya memilih menonton dari tepi danau sambil mengabadikan momen langka tersebut.
Salah satu warga, Yudi (38), mengatakan kekeringan sudah terjadi sejak sebulan terakhir akibat tidak turun hujan.
Aksi warga mencari ikan pun sudah berlangsung selama sepekan terakhir dan semakin ramai setiap harinya.
“Udah sebulan lalu keringnya, dari kemarin udah banyak yang nyari, sekarung-karung bawa ikan pulang,” ujar Yudi di lokasi.
Menurut Yudi, fenomena mengeringnya Danau Pangkalan Jati ini memang rutin terjadi setiap musim kemarau. Hal itu lantaran danau tersebut berfungsi sebagai embung atau penampungan air hujan, bukan danau alami dengan mata air.
“Kalau kemarau ya kering, ini kan buat penampungan gitu jadi kering kalau kemarau. Nanti kalau hujan lagi, penuh lagi,” tutupnya.
Hingga sore hari, aktivitas warga mencari ikan masih terus berlangsung. Warga berharap pemerintah setempat dapat melakukan normalisasi danau agar tidak terus mengalami pendangkalan setiap tahunnya.














