Berita  

Viral! Siswa SMK Kudus Minta Presiden Prabowo Alihkan Jatah MBG Miliknya ke Gaji Guru!!

surat terbuka yang dikirim seorang pelajar SMK di Kudus Jawa Tengah kepada Presiden Prabowo Subianto.
banner 468x60

JAKARTA, MENTERENG.ID – Publik dikejutkan dengan surat terbuka yang dikirim seorang pelajar SMK di Kudus Jawa Tengah kepada Presiden Prabowo Subianto.

Tidak ada permintaan aneh dari siswa bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi ini. Bukan permintaan fasilitas mewah atau kuota internet, atau perangkat games.

Namun melalui surat yang ia kirim, siswa itu melayangkan permohonan yang menggetarkan hati hati langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus ini secara tegas menyatakan menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya sendiri.

Alasannya mencengangkan: ia ingin anggaran makan siangnya dialihkan untuk menambah gaji guru-gurunya yang dianggap masih jauh dari kata sejahtera.

Dalam suratnya yang ditulis dengan bahasa yang santun namun tajam, Rafif menguraikan kegelisahannya melihat ketimpangan antara anggaran besar untuk makan gratis dan kondisi ekonomi para pendidik di sekolahnya.

Sebagai anak seorang buruh, Rafif mengaku diajarkan orang tuanya untuk sangat menghormati sosok guru sebagai pilar adab.

​”Saya melihat masih banyak guru, termasuk di tempat saya belajar, yang mengabdi penuh dedikasi tetapi belum memperoleh kesejahteraan yang layak,” tulis Rafif dalam surat tersebut, Jumat 3 April 2026.

Ia pun melakukan simulasi perhitungan sederhana. Dengan sisa masa sekolah sekitar 18 bulan, ia menghitung total jatah makannya mencapai angka Rp6.750.000.

Baginya, angka itu mungkin tidak mengubah hidupnya secara drastis, namun jika diberikan kepada guru, nilainya akan menjadi bentuk penghormatan yang nyata.

Rafif menegaskan bahwa aksinya ini bukanlah bentuk pembangkangan terhadap kebijakan pemerintah. Sebaliknya, ini adalah wujud empati seorang murid yang tak tega melihat gurunya berjuang keras mencerdaskan bangsa namun harus terhimpit kebutuhan ekonomi.

​”Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *