Site icon Mentereng

Generasi Muda Jadi Kunci, ASEAN Dorong Youth Camp dan Kolaborasi Digital

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir,

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir,

MENTERENG.ID, DENPASAR – Generasi muda menjadi fokus utama dalam agenda pengembangan olahraga dan kepemudaan di Asia Tenggara.

Hal ini mengemuka dalam Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026, yang digelar di Bali Beach Convention by The Meru Sanur.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa masa depan kawasan sangat ditentukan oleh peran pemuda.

Ia menyebutkan bahwa sebagian besar populasi Asia Tenggara didominasi oleh generasi muda.

BACA JUGA : https://mentereng.id/fadly-alberto-hengga-dipuji-fifa-tendangan-kungfu-hingga-dicoret-dari-timnas-indonesia/

Karena itu, diperlukan program konkret yang mampu menjawab kebutuhan mereka.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyelenggaraan youth camp lintas negara. Indonesia akan menjadi tuan rumah kegiatan tersebut pada Oktober 2026.

“Kita undang negara sahabat untuk kirim pemuda mereka. Kita diskusi soal AI, mental health, dan isu lainnya,” ujar Erick, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, pendekatan ini penting untuk membangun kolaborasi lintas negara sejak usia muda.

BACA JUGA : https://mentereng.id/3-pemain-timnas-indonesia-berpeluang-main-di-liga-kasta-teratas-eropa-ada-yang-ke-premier-league/

Selain itu, Singapura juga mengusulkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam pengembangan program kepemudaan.

Delegasi Filipina menilai langkah ini sebagai upaya strategis untuk menjaga keberlanjutan kawasan.

“Kita tidak boleh melupakan pemuda. Mereka adalah masa depan,” ujar Joseph Francisco Ortega, Chairman and CEO of the National Youth Commission of the Philippines.

Ia menambahkan bahwa sekitar 80 persen populasi di negaranya merupakan anak muda. Karena itu, investasi pada generasi muda menjadi hal yang krusial.

Menurutnya, program seperti youth camp dapat menjadi wadah untuk membangun kesadaran kolektif sebagai bagian dari komunitas Asia Tenggara.

BACA JUGA : https://mentereng.id/karier-justin-hubner-nathan-hingga-dean-terancam-di-luar-negeri-pemerintah-akui-aturan-wni-masih-bolong/

“Kita ingin memastikan generasi berikutnya siap menjaga dan membangun kawasan ini,” kata Joseph.

Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas regional di tengah persaingan global.

Para peserta meeting sepakat bahwa pendekatan konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menjangkau generasi muda.

Diperlukan inovasi, baik dari sisi program maupun pemanfaatan teknologi.

Dengan demikian, ASEAN tidak hanya membangun kekuatan olahraga, tetapi juga menciptakan generasi yang adaptif dan kompetitif.

Diketahui, hasil pertemuan ini akan menjadi dasar pengembangan program kepemudaan regional ke depan.

Exit mobile version