MENTERENG.ID – Anggota UKK Infeksi & Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. dr. dr. Dominicus Husada mengungkapkan bahwa gelaja Hanta Virus bisa bersembunyi selama 2 bulan sebelum menyerang dan menginfeksi manusia.
Menurutnya, virus ini mampu bersembunyi di dalam tubuh tanpa menunjukkan tanda-tanda klinis dalam waktu yang cukup lama.
“Yang menyulitkan, gejala itu bisa muncul sampai dua bulan setelah kontak dengan tikusnya, atau kalau penularan orang ke orang, bisa selama itu baru keluar gejala,” ujar Prof. Dominicus dalam konferensi pers via Zoom, Jumat 8 Mei 2026.
Meski secara statistik gejala paling sering muncul dalam kurun waktu satu hingga enam minggu, potensi masa inkubasi hingga 60 hari ini membuat pelacakan kontak menjadi sangat kompleks. Seseorang bisa saja sudah bepergian jauh atau merasa sehat-sehat saja, padahal virus tengah bersiap menyerang sistem organ vitalnya.
Lebih lanjut, Prof. Dominicus menjelaskan bahwa pada fase awal, pasien biasanya hanya merasakan keluhan yang sangat umum atau sering disebut masyarakat sebagai selesma. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga rasa lemas yang luar biasa yang membuat penderita ingin terus berbaring.
“Tidak ada yang spesifik di awal. Tidak ada perdarahan atau tanda khusus. Hal itu baru muncul di fase akhir, di mana kondisi bisa memburuk dengan sangat cepat,” tuturnya.
Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia menghimbau masyarakat agar tidak membersihkan kotoran hingga air kencing tikus dalam keadaan kering. Hal ini dikarenakan partikel virus bisa beterbangan di udara (aerolisasi) dan masuk ke saluran pernapasan manusia.
“Membersihkan kotoran dan kencing tikus itu bukan disapu. Sangat disarankan menggunakan disinfektan agar partikelnya tidak terbang dan terhirup. Cara terbaik memang memastikan rumah benar-benar bebas dari hewan pengerat tersebut,” pungkasnya.
