Site icon Mentereng

John Herdman Coret Marc Klok, Rizky Ridho Kapten, Diks Sampaikan Pesan Ini!

Menjelang duel krusial FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik, susunan 23 pemain final Timnas Indonesia asuhan John Herdman memunculkan sejumlah kejutan.

MENTERENG.ID – Menjelang duel krusial FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik, susunan 23 pemain final Timnas Indonesia asuhan John Herdman memunculkan sejumlah kejutan. Salah satu sorotan utama adalah dipulangkannya gelandang senior Persib Bandung, Marc Klok, dari pemusatan latihan (TC) Skuad Garuda.

Selain absennya Klok, lini tengah Timnas Indonesia juga dipastikan kehilangan tenaga Thom Haye yang masih harus menjalani sanksi dari FIFA. Absennya dua pilar sentral ini tentu memaksa Herdman untuk memutar otak jelang laga perdana melawan Oman yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026), disusul laga kontra Mozambik pada Selasa (9/6/2026).
Fokus Pemulihan Marc Klok demi Piala ASEAN 2026

Dalam sesi konferensi pers, Herdman secara transparan mengungkapkan bahwa keputusan mencoret Marc Klok murni didasari oleh pertimbangan medis dan kebugaran fisik, bukan masalah taktis.

Gelandang berusia 33 tahun tersebut diketahui mengalami cedera ringan pada pengujung musim Liga 1. Imbas dari cedera tersebut bahkan membuat Klok harus absen membela Persib di laga pekan penutup musim melawan Persijap Jepara. Bagi Herdman, memaksakan Klok bermain di FIFA Matchday memiliki risiko besar, terutama karena Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi jadwal padat di ASEAN Championship (Piala AFF) 2026.

BACA JUGA : Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

“Marc Klok sedang cedera. Ia mengalami cedera ringan pada hari terakhir bersama klubnya. Bagi seorang pemain, memulihkan diri dari cedera ini akan menjadi hal krusial untuk turnamen AFF nanti,” ungkap pelatih asal Inggris tersebut.

Herdman memberikan instruksi khusus agar Klok beristirahat total dan menghabiskan waktu bersama keluarganya sebelum kembali bergabung dengan skuad pada bulan depan.

“Sangat penting membiarkannya melakukan pemulihan dan memiliki waktu istirahat bersama keluarga, karena dia akan kembali pada 6 Juli untuk TC selama sebulan penuh,” tambahnya.

Meski tanpa Klok dan Haye, Herdman masih memiliki amunisi mumpuni di sektor gelandang untuk menjaga keseimbangan tim, di antaranya:

Joey Pelupessy
Ivar Jenner
Calvin Verdonk
Rayhan Hannan
Beckham Putra (beroperasi sebagai gelandang serang)

Pembuktian Muhammad Ferarri di Mata Herdman

Selain teka-teki lini tengah, keputusan Herdman mempertahankan bek tengah Muhammad Ferarri juga memantik diskusi publik. Bek Bhayangkara FC itu sempat diragukan karena minimnya menit bermain di level klub sepanjang musim 2025/2026.

Tercatat, Ferarri hanya merumput sebanyak 14 kali bersama The Guardian. Statistik ini jauh lebih sedikit jika dikomparasi dengan bek-bek potensial lain yang tidak dipanggil, seperti Kadek Karel, Komang Teguh, hingga Kakang Rudianto.

Menanggapi kritik tersebut, Herdman menegaskan bahwa seleksi di era kepemimpinannya tidak melulu bersandar pada menit bermain di klub, melainkan performa aktual selama masa Training Camp (TC).

“Ferarri adalah sosok yang kami yakini memiliki potensi tinggi. Penampilannya saat masih dilatih Shin Tae-yong—sebelum ia dibekap cedera—menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang berada di jalur perkembangan yang sangat positif,” bela Herdman.

Lebih lanjut, pelatih berusia 50 tahun itu menantang sistem meritokrasi di dalam timnya. Ferarri dinilai telah membayar lunas kepercayaan pelatih lewat kerja keras selama TC bulan Mei.

“Setiap pemain harus membuktikan haknya. Kami mengadakan kamp latihan pada bulan Mei dan memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk membuktikan bahwa mereka layak berada di sini untuk bulan Juni. Dan Ferarri berhasil membuktikan haknya,” tegasnya.

Sebagai penutup, Herdman mewajarkan adanya polemik di kalangan suporter. “Publik akan selalu memiliki pertanyaan karena sepak bola adalah permainan opini. Tetapi kami (tim pelatih) selalu kembali pada parameter, profil yang kami butuhkan, dan kedisiplinan dalam proses seleksi,” pungkas Herdman.

Kevin Diks Soroti Potensi Besar Matthew Baker di Timnas Indonesia

Bek Timnas Indonesia Kevin Diks menyoroti potensi besar yang dimiliki pemain muda Matthew Baker. Ia menilai pemain berusia 17 tahun itu memiliki masa depan cerah bersama skuad Garuda.

Menurut Diks, kualitas Matthew sudah terlihat sejak awal mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia.”Terkait Matthew, saya rasa dia pemain muda yang baik dan punya banyak potensi,” ujar Diks saat konferesi pers di Stadion Uatama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Diks mengaku memahami situasi yang sedang dihadapi Matthew dalam tahap awal kariernya. Ia juga memulai perjalanan sebagai pesepak bola profesional ketika masih berusia 17 tahun.

“Saya bisa melihat apa yang pelatih lihat dalam dirinya sejak hari pertama. Potensi besar, masih sangat muda dan saya bisa memahami situasinya,” kata pemain yang saat ini berkarir di Liga Jerman bersama Borussia Mönchengladbach itu.

Meski demikian, Diks menilai pemain muda membutuhkan proses adaptasi untuk menghadapi tekanan yang berbeda. Karena kondisi di Tim Nasional jauh berbeda dibandingkan klub.

“Tentu saja di tim nasional tekanannya lebih besar daripada di level klub. Jadi saya mencoba membantunya sebisa mungkin.,” ucap Diks.

Bek berpengalaman tersebut mengungkapkan dirinya berusaha membantu Matthew selama pemusatan latihan berlangsung. Namun, ia tetap memberi ruang agar pemain muda itu berkembang secara alami.

“Saya berbicara dengannya beberapa kali. Tapi saya tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan atau terus mengawasinya setiap saat,” ujar pemain bertahan Skuad Garuda itu.

Diks menegaskan Matthew memiliki kualitas yang dapat terus berkembang apabila bekerja keras dan menjaga konsistensi. Ia optimistis pemain muda tersebut mampu memanfaatkan kesempatan bersama Timnas Indonesia.

Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga melihat prospek menjanjikan dalam diri Matthew. “Jadi, dengan Matthew, kami melihat sedikit potensi itu, penting untuk menunjukkan kepadanya,” kata Herdman.

Herdman mengatakan Matthew mendapat kesempatan belajar langsung dari Kevin Diks selama pemusatan latihan. Menurutnya, bimbingan pemain berpengalaman akan menjadi bekal penting bagi perjalanan karier Matthew.

“Kevin Diks menjadi mentornya, jadi dia mendapatkan bimbingan dari seorang pemain Bundesliga dengan pengalaman internasional. Dan itu akan menjadi ingatan seumur hidup baginya bergabung dengan pemusatan latihan (TC) ini,” ucap pelatih berusia 50 tahun itu.

Herdman berharap, Matther baker dapat belajar banyak dengan bergabung di tim senior. Dengan begitu ia dapatg membawa pengalaman itu ke Timnas usia muda.

“Dengan intensitas di sini [tim senior], dia akan dapat mengambil pengalaman itu. Kemudian dia dapat membawanya ke tim usia muda dan membuat standar baru di sana,” ujar Herdman.

Matthew Baker mendapatkan panggilan dari dua tim untuk dua agenda berbeda. Bersama tim senior ia masuk skuad FIFA Matchday, serta panggilan dari Timnas U-19 untuk Piala AFF U-19.

Rizky Ridho pantas menjadi kapten timnas Indonesia

Pemain timnas Indonesia Kevin Diks menilai Rizky Ridho pantas menjadi kapten skuad Garuda pada dua laga persahabatan FIFA edisi Juni 2026 yakni kontra Oman pada Jumat (5/6) dan Mozambik, Selasa (9/6).

Ridho akan menjadi kapten lantaran kapten utama Jay Idzes harus absen karena cedera.

“Dia akan memimpin kami besok. Menurut saya, dia memang pantas untuk itu,” kata Diks pada jumpa pers pra-pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis.

Rizky Ridho sendiri sebelumnya sudah dua kali mengemban tugas sebagai kapten timnas Indonesia yakni ketika menghadapi Vietnam pada laga putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 21 Maret 2024 di SUGBK, Jakarta, yang berakhir dengan kemenangan 1-0.

Berikutnya kala Indonesia mengalahkan Taiwan 6-0 pada laga uji coba yang dimainkan di kota kelahiran Ridho, di Surabaya, tepatnya di Stadion Gelora Bung Tomo, awal September 2025.

“Dia seorang pemimpin. Dia pribadi yang baik dan mendapatkan rasa hormat yang sangat besar dari seluruh pemain, termasuk saya,” kata Diks, yang berkarier di klub Liga Jerman Borussia Moenchengladbach itu.

Kendati mengakui Ridho pantas menjadi kapten, Diks juga merasa Idzes adalah sosok pemimpin yang tidak bisa digantikan di dalam tim.

Diks mengaku, dia dan tim merindukan kehadiran Idzes. Akan tetapi, dia berharap ketidakhadiran Idzes dapat dimanfaatkan pemain lain termasuk dirinya untuk memperlihatkan kemampuan terbaik.

“Banyak pemain lain yang punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kami kehilangan pemimpin kami, tetapi pemain lain harus melangkah maju, termasuk saya. Kami merindukannya, semoga dia segera pulih,” tambah pemain bertahan berusia 29 tahun tersebut.

Idzes, yang musim ini membela Sassuolo di Liga Italia, sudah memiliki 18 penampilan bersama timnas Indonesia, dengan hanya empat kali dia menjalani pertandingan tanpa menjadi kapten

Exit mobile version