MENTERENG.ID, KAUR – Kabupaten Kaur menjadi daerah paling luas mengalami Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terdata hingga pertengahan bulan September 2026 karhutla di daerah itu mencapai 44,25 hektar.
Tingginya angka tersebut turut dipengaruhi banyaknya titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kaur.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu mencatat luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Bengkulu telah mencapai 125,15 hektare.
Meski Kabupaten Kaur menjadi daerah dengan luas lahan terbakar tertinggi, wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla terbesar justru berada di Kabupaten Bengkulu Utara.
Berdasarkan pemetaan kerawanan karhutla, Kabupaten Bengkulu Utara memiliki wilayah rawan mencapai 449.078 hektare. Selanjutnya Kabupaten Mukomuko dengan luas 415.111 hektare dan Kabupaten Kaur 260.849 hektare.
Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mengatakan kondisi karhutla di Bengkulu hingga saat ini masih relatif terkendali dan belum terjadi kebakaran dengan skala besar seperti di sejumlah daerah lain.
“Memang sampai saat ini di Bengkulu belum terjadi kebakaran yang hebat seperti di daerah lain, tetapi kita tetap harus waspada,” ujar Denni kepada awak media.
Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Bengkulu cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 1.350 titik.
Denni mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Hal-hal sederhana juga harus diperhatikan, seperti tidak membuang putung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah, terutama di kawasan gambut,” katanya.
Terdapat dua faktor utama yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla, yakni kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino serta aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran.
Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi pembakaran yang tidak terkendali. Karena itu, pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan potensi meluasnya kebakaran.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Upaya pencegahan di tingkat masyarakat diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
