Site icon Mentereng

Maulid Nabi Muhammad Saw di Adolang Dhua : Serukan Penguatan Akhlak, Generasi Muda Jadi Perhatian Bersama

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Luqmanul Hakim, Dusun Siiyang RT 3 Dolong, Desa Adolang Dhua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene

MENTERENG.ID, Majene – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Luqmanul Hakim, Dusun Siiyang RT 3 Dolong, Desa Adolang Dhua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, bukan sekadar seremoni keagamaan.

Di hadapan jamaah dan sejumlah tokoh daerah, pesan kuat tentang pendidikan, keteladanan, dan pembentukan akhlak generasi muda mengemuka sebagai bagian penting dalam menyiapkan masa depan desa.

Kegiatan yang digelar Panitia Masjid Luqmanul Hakim bersama PAC GP Ansor Kecamatan Pamboang tersebut mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW, Bersama Membangun Pendidikan dan Akhlak Anak-anak Kita untuk Masa Depan Desa yang Lebih Baik.”

Tema tersebut menjadi pesan utama bahwa membangun desa tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga generasi yang memiliki iman, ilmu, karakter, dan akhlak yang kuat.

BERITA PILIHAN:

Tokoh Daerah dan Pemuda Hadir

Peringatan Maulid tersebut dihadiri mantan Bupati Majene H. Lukman, S.Pd., M.Pd., anggota DPRD Majene Dapil Pamboang-Sendana Asri Albar dan Armiah.

Sambutan yang mewakili Bupati Majene disampaikan oleh Camat Pamboang. Turut hadir jajaran Bhabinkamtibmas, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda.

Dari jajaran GP Ansor, hadir Ketua Terpilih PC GP Ansor Majene periode 2026–2030 Andi Zahri Napis, bersama Kasatkorcab dan kader GP Ansor Majene.

Kepala Desa Adolang Dhua sekaligus Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pamboang, Burhanuddin, juga hadir bersama masyarakat dan jamaah.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga maupun lembaga pendidikan.

BERITA UTAMA :

Kakan Kemenag Majene: Maulid Harus Jadi Momentum Introspeksi

Hikmah Maulid disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene H. M. Sahlan, S.Ag., M.Ap.

Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan jamaah agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW sekaligus melakukan introspeksi diri.

Salah satu pesan yang disampaikan mengutip ungkapan:

«مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
“Barang siapa yang mengenal dirinya, maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”»

Pesan tersebut mengajak setiap individu untuk mengenali kelemahan dirinya sebagai manusia dan hamba Allah, kemudian memperbaiki perilaku serta meningkatkan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Akhlak Generasi Menjadi Investasi Masa Depan Desa

Nilai keteladanan Rasulullah SAW dinilai sangat relevan untuk ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Pendidikan agama, keteladanan orang tua, peran guru, serta lingkungan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu dan berakhlakul karimah.

Pesan inilah yang menjadi salah satu inti peringatan Maulid di Adolang Dhua: membangun masa depan desa harus dimulai dengan membangun manusianya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Luqmanul Hakim diharapkan menjadi energi bersama untuk memperkuat kehidupan keagamaan, pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta kebersamaan masyarakat.

Dari Masjid Luqmanul Hakim, pesan itu kembali ditegaskan: meneladani Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengenang kelahirannya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan.

Exit mobile version