MENTERENG.ID – Ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan bahwa kejuaraan Piala Presiden akan kembali bergulir.
Namun, Erick Thohir meyampaikan bahwa federasi harus melakukan proses penggodokan terhadap sistem kompetisi Piala Presiden.
Piala Presiden sendiri menjadi ajang ke delapan yang akan digulirkan dengan mempertemukan lawan dari negara lain.
“Piala Presiden kedelapan ini sedang kami godok. Nanti seperti apa, akan kami diskusikan karena masih ada waktu dua hingga tiga bulan ke depan,” jelas Erick Thohir di Jakarta.
BACA JUGA : https://mentereng.id/timnas-futsal-indonesia-gagal-juara-piala-aff-2026-hector-souto-tetap-bangga/
Penggodokan dilakukan federasi untuk menyesuaikan agenda kalender FIFA dan melakukan evaluasi terdahap fotmat turnamen.
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meminta dukungannya terhadap pemerintah pusat agar terus mendorong perkembangan sepak bola nasional.
Hal tersebut dikarenakan perkembangan sepak bola bukan hanya tanggung jawab PSSI.Namun, sejumlah stake holder dinilai menjadi penopang atas pembangunan Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
“Kami ingin semua gubernur, bupati, dan wali kota ikut berkontribusi supaya sepak bola terus bergelora. Ini bukan hanya tanggung jawab PSSI atau pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah,” terangnya.
BACA JUGA : https://mentereng.id/hector-souto-pede-timnas-futsal-indonesia-siap-tumbangkan-vietnam/
Disisi lain, dukungan pemerintah juga berdampak pada keikutsertaan tim luar negeri pada ajang Piala Presiden mendatang.
Sebab, kompleksitas jadwal sepakbola internasional menjadi salah satu pertimbangan utama.
“Belum tahu, karena tahun ini cukup kompleks. Ada agenda besar seperti Piala Dunia dan jadwal klub yang padat. Jadi ini juga menjadi pertimbangan,” pungkas Erick.
