Site icon Mentereng

Ungkap Jumlah Populasi Ternak Lokal di Kabupaten Kaur, Ini Pesan BPS

Kepala BPS Kabupaten Kaur Antoni Pestaria mengatakan, berdasarkan data terkini dari BPS Kaur, populasi ternak lokal yang ada

MENTERENG.ID, KAUR – Sektor peternakan di Kabupaten Kaur membuktikan ketahanannya dengan surplus pasokan hewan kurban yang mampu memenuhi lonjakan permintaan musiman. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur pada moment lebaran Idul Adha merilis jumlah ternak di Kabupaten Kaur untuk tahun 2025.

Kepala BPS Kabupaten Kaur Antoni Pestaria mengatakan, berdasarkan data terkini dari BPS Kaur, populasi ternak lokal yang ada terdiri dari 9.025 ekor sapi potong, 6.880 ekor kambing, dan 4.784 ekor kerbau.

Pemerintah daerah Kabupaten Kaur sendiri terus mendorong optimalisasi sektor ini dengan menerapkan aturan ketat terkait pemeliharaan.

Salah satu langkah strategisnya adalah penertiban hewan yang selama ini dilepasliarkan agar lebih terkontrol kesehatannya.

baca juga : Bikin NIB di Kabupaten Kaur Cepat dan Mudah, Pelaku UMKM Disarankan Segera Miliki

Antoni menyebutkan langkah penertiban ini juga sejalan dengan upaya daerah dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.

Dengan tata kelola yang lebih baik, kualitas hewan kurban yang dihasilkan diyakini akan semakin terjamin.

Ketersediaan ribuan ekor ternak tersebut memastikan kebutuhan masyarakat selama hari raya keagamaan dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada pasokan luar daerah.

“Hal ini secara otomatis menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat lokal dan memberdayakan para peternak.Perputaran transaksi menjelang perayaan kurban memang selalu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujarnya.

baca juga : Sapi Kurban Banpres Pakai APBN Ada Tiap Tahun, Kurban Pribadi Prabowo Tetap Ada

Dikatakan Antoni, Uang yang beredar dari penjualan hewan ini menjadi sumber pendapatan tambahan yang sangat dinantikan setiap tahunnya.

Pemerintah daerah berharap peternak lokal terus meningkatkan standar pemeliharaan ternak mereka secara lebih profesional.

Dengan begitu, populasi yang ada tidak hanya sekadar memenuhi permintaan musiman tetapi juga menjadi komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.

“Semoga potensi besar ini terus dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Exit mobile version