Dampaknya? Gila. Negara yang identik dengan baseball dan sumo, tiba-tiba jadi kekuatan Asia yang diperhitungkan Eropa dan Amerika Latin.
Pabrik Pemain: Dari Sekolah ke Eropa
Jepang bikin sistem yang sakral: kompetisi usia dini U-8 sampai U-16 di klub, wajib ada liga SD-SMP-SMA-Universitas.
Hasilnya: 22 pemain Jepang di Eropa saat ini. 16 di antaranya di Premier League.
Contohnya:
Junya Ito – dari Liga Mahasiswa Universitas Kanagawa, kini di Reims, Ligue 1. Cetak gol vs Tunisia, pakai no. 14 di Samurai Biru.
Daichi Kamada – Kapten SMA Higashiyama Kyoto. Belajar bahasa Jerman karena Nakoto Hasebe, juara DFB-Pokal bareng Frankfurt 2018, lalu angkat FA Cup bareng Crystal Palace 2024/25. Cetak 2 gol vs Belanda & Tunisia di World Cup ini.
Ayase Ueda – Striker no. 9 Feyenoord. Sejak usia 6 tahun sudah bintang. MVP Liga Kanto JUFA 2 tahun beruntun, 26 gol dari 46 laga. Sekarang jadi starter tetap timnas no. 18.
Sang Arsitek & “Kode Rahasia” Tsubasa
Hajime Moriyasu. Pelatih yang katanya pakai “angka-angka” khusus di pinggir lapangan. Cuma pemainnya yang paham.














