MENTERENG.ID, BALI – Presiden Prabowo Subianto bercerita masih banyak orang yang mengejeknya. Bahkan, kata dia ejekan itu masih ia terima saat sudah menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali , Minggu, 7 Juni 2026.
Mulanya, seorang siswa bernama Gede Bagus yang mengaku pernah menjadi bahan ejekan. Mendengar hal itu, Prabowo berpesan agar Bagus membalasnya dengan sopan santun.
“Kamu dulu diejek, tidak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang, presiden pun sering diejek, tidak apa-apa, yang penting hatimu teguh, hati kita baik, kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Jangan kecil hati,” kata Prabowo.
BACA JUGA : Purbaya Bantah MBG dan Koperasi Desa Bebani Fiskal, Yakini Defisit Bisa Terjaga di Bawah 3 Persen
Menurut Prabowo, ejekan tidak boleh membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri ataupun semangat untuk meraih cita-cita.
Ia menekankan bahwa respons terbaik terhadap hinaan adalah tetap bersikap santun dan menunjukkan keteguhan hati.
“Yang penting hatimu teguh. Hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan,” ujarnya.
Presiden mengingatkan bahwa banyak tokoh besar dan orang sukses yang lahir dari latar belakang keluarga yang sangat miskin.
Kuncinya terletak pada mentalitas anak yang tidak mudah menyerah, tidak putus asa, serta selalu menjaga optimisme meski berada dalam situasi serba sulit.














