MENTERENG.ID, JAKARTA – Menyusul kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh diatas USD 100 per-barel, harga emas dunia kini terpantau turut terjun bebas hingga menyentuh kisaran USD 6.300.
Dilansir dari data Trading Economics, harga emas kini kembali tertekan hingga sebanyak 37.3 poin, atau setara dengan 0,86 persen ke kisaran USD 431.306, dari posisi sebelumnya yang sebesar USD 4.380.
Di sisi lain, harga beberapa komoditas lainnya pun juga terpantau mengalami penurunan yang cukup tajam.
Contohnya seperti perak, yang ikut menurun sebesar 1,29 persen ke kisaran USD 63.434, dari harga sebelumnya yang berjumlah USD 67.281.
Adapun komoditas tembaga, yang terpantau melemah sebesar 1,43 persen ke harga USD 63.771.
BACA JUGA : Kapolres Kaur Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Kepahyang
“(Emas) tertekan oleh lonjakan harga minyak dan taruhan pada kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat,” tulis data tersebut, pada Senin (14/09).
Di sisi lain, krisis Timur Tengah yang berkepanjangan juga telah memberikan dorongan inflasi pada ekonomi global.
Menyusul perkembangan tersebut, pasar pun kini turut memperkirakan sekitar 86 persen kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin pada hari Rabu (16/09) mendatang.
“Ini memperkuat pandangan hawkish terhadap suku bunga,” tulis Trading Economics.
Sementara itu, harga produsen AS juga meningkat pada bulan Agustus seiring dengan perang Iran yang mendorong biaya energi grosir lebih tinggi.
Di sisi lain, data pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan yang terus berlanjut dalam pekerjaan.














