MENTERENG.ID, JAKARTA – Kesuksesan Timnas Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 ternyata menyimpan cerita kelam di balik layar. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkap bahwa sejumlah pemainnya bahkan mendapat ancaman pembunuhan akibat tekanan dan perundungan di media sosial.
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan John Herdman setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final melalui kemenangan dramatis 9-2 atas Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Di tengah euforia kemenangan dan pesta gol skuad Garuda, John Herdman justru meminta publik melihat sisi lain dari perjalanan para pemainnya. Menurutnya, tekanan yang diterima para pemain tidak berhenti di lapangan.
Pelatih berpaspor Inggris itu menyoroti maraknya perundungan daring yang menyasar pemain Timnas Indonesia.
Ia menilai serangan verbal melalui media sosial dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi mental pemain, terutama mereka yang masih berusia muda.
“Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar,” kata John Herdman.
Pelatih berusia 51 tahun kemudian mengungkap fakta yang jauh lebih serius. Ia menyebut sejumlah pemain Timnas Indonesia bahkan menerima ancaman pembunuhan.
“Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan. Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan,” tegasnya.
Karena itu, John Herdman mengajak seluruh pihak untuk mengubah cara memperlakukan para pemain, khususnya ketika mereka sedang berada dalam situasi sulit.
“Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia,” ucap dia.
Setelah menghadapi drama panjang melawan Bangladesh, Timnas Indonesia kini harus segera memulihkan kondisi.
John Herdman ingin para pemain menikmati kemenangan malam itu sebelum kembali fokus menghadapi Thailand di final.
Baginya, perjalanan Timnas Indonesia tidak berhenti di FIFA ASEAN Cup 2026. Final hanya menjadi bagian dari proyek besar yang sedang dibangun untuk jangka panjang.














