“Oh, tidak, tidak! Semuanya tidak kita izinkan. Ini kita terapkan asas keadilan juga,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, jajaran Polres Cirebon Kota telah memberikan imbauan kepada sejumlah kafe dan
tempat yang biasa digunakan sebagai lokasi nobar agar tidak memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Beberapa tempat yang sering dijadikan tempat nobar ini sudah kita imbau supaya tidak memfasilitasi terkait
ini. Silahkan nonton di rumah masing-masing,” ujarnya.
Polisi juga mengkhawatirkan kegiatan nobar dapat memicu arak-arakan maupun konvoi suporter yang berpotensi
berkembang menjadi bentrokan di jalanan.
“Kita tidak menghendaki nanti setelah nobar ada iring-iringan, konvoi, terjadi bentrok antara dua kubu. Mari kita
jaga kondusivitas Cirebon ini bersama-sama,” ucapnya.
Di sisi lain, Pentolan Bobotoh Kolot Cirebon, Yan Kurniawan Mulyana sangat menyayangkan tidak adanya izin
nobar Persija vs Persib. Padahal, Cirebon masuk dalam wilayah Jawa Barat, yang notabene adalah bagian panjang dan sejarah dari Persib Bandung.
Yan Kurniawan Mulyana flashback ke belakang, yakni saat final Piala Presiden tahun 2015. Ada 12 bus berangkat dari Cirebon menuju Jakarta mendapatkan pengawalan dari kepolisian selaku penjaga kamtibmas.
“Karena Bobotoh damai sepanjang jalan saat itu, tidak ada provokasi, dan bahkan berjalan tertib. Selama perjalanan, pulang-pergi tetap aman. Padahal saat itu main di SUGBK Jakarta, markas Persija Jakarta. Dan Persib juga juara, menang di final saat itu,” terangnya.














