Marc Klok Soal Penyelesaian Akhir Timnas: Harusnya Lebih Banyak Gol
Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil mengantongi tiga poin setelah membantai Kamboja 5-1 dalam laga pembuka Piala AFF 2026 Grup A pada Senin, 27 Juli 2026 malam WIB.
Kepastian tersebut didapat anak asuh John Herdman lewat hattrick Mitchell Lee Baker, Sandy Walsh dan Jens Raven.
Namun, gelandang Persib Bandung, Marc Klok menilai bahwa seharusnya skuad Garuda bisa mencetak lebih banyak gol ke gawang Angkor Warriors.
“Tapi kalai saya pikir, kita bisa cetak lebih. Mungkin tujuh, delapan,” kata Marc Klok setelah pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Senin, 27 Juli 2026 malam WIB.
Meski begitu, mantan pemain Persija Jakarta mengaku senang dengan penampilan apik skuad Garuda selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, ia juga bangga bisa bermain bersama pemain hebat hingga dapat dipimpin oleh John Herdman yang membawa Tinnas Kanada masuk ke Piala Dunia.
“Saya bangga, saya percaya juga dengan tim ini. Kita punya banyak pemain yang hebat, pelatih hebat, so chemistry juga cukup bagus, bagus,” ungkap Klok.
Erick Thohir: Laga Lawan Vietnam Penentu Kualitas Timnas Indonesia
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam melakoni pertandingan Piala AFF 2026.
Salah satu bentuk dukungannya ialah dengan mendatangkan pemain diaspora, seperti Mitchell Lee Baker yang membawa skuad Garuda mengantongi tiga point pada laga pembuka.
Pemain asal Amerika Serikat ini berhasil menorehkan penampilan gemilang dengan hattrick yang diciptakan ketika membungkam Kamboja 5-1.
Meski begitu, Erick menilai pertandingan malam tadi belum bisa menjadi tolak ukur kualitas performa anak asuh John Herdman.
Tantangan terbesar skuad Garuda ketika berhadapan dengan tim Asia Tenggara lain yang lebih kuat dari sebelumnya.
“Ya, pertandingan awal saya rasa cukup baik, tetapi pertandingan melawan Vietnam itu yang bisa menjadi kunci. Bagaimana tim kita di AFF ini melihat leveling-nya ya. Bukan berarti menganggap remeh juga nanti pertandingan berikutnya, Timor Leste ataupun dengan Singapura. Tapi ya, hari ini ya saya rasa buat pertandingan pertama baik,” ungkap Erick di Bogor pada Senin, 27 Juli 2026 malam WIB.
Selain itu, sebagian besar pemain diaspora tidak dapat ikut adil dalam pertandingan bergengsi se-Asia Tenggara ini.
Hal tersebut dikarenakan ASEAN Cup 2026 sendiri tidak termasuk kedalam bagian dari agenda FIFA.
Untuk itu, federasi bersama tim kepelatihan akan memberikan pengalaman bagi pemain domestik ataupun muda untuk mengasah pengalaman mereka.
“Artinya, ya banyak pemain yang belum bisa bergabung juga tentu, yang memang beberapa yang masih memperkuat tim di luar negeri terutama,” tuturnya.
Disisi lain, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menilai bahwa kelayakan Baker menjadi penyerang andalan skuad Garuda akan teruji ketika berhadapan dengan sejumlah tim-tim kuat di Asia Tenggara.
“Tapi kembali, kan levelingnya kalau FIFA Match Day itu kan pasti tim-timnya juga kelasnya seperti Vietnam, Thailand, atau bahkan diatasnya seperti kemarin Bulgaria,” jelas Erick.
Untuk itu, Erick meminta kepada publik agar tidak menaruh harapan tinggi kepada pemain yang merumput di Vermont Green FC. Hal tersebut dikarenakan Baker belum pernah bertemu dengan tim kuat lainnya.
“Kita belum busa menjlai seperti apa, perlu waktu lah,” pungkasnya.














