Site icon Mentereng

Ribuan Titik Panas Karhutla Tersebar di Sumatera

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Sumatera.

MENTERENG.ID, PEKANBARU – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Sumatera. Berdasarkan data pemantauan terbaru pada Rabu (16/9/2026) hingga pukul 16.00 WIB, lonjakan jumlah titik panas (hotspot) terdeteksi cukup masif di berbagai provinsi. Kondisi ini membuat kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah daerah merosot tajam.

Empat kabupaten dan kota di Riau yang diselimuti kabut asap antara lain, Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hulu, dan Pelalawan.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengungkapkan bahwa total titik panas yang terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera telah mencapai 1.930 titik. Angka ini mencerminkan tingginya intensitas kebakaran yang terjadi secara bersamaan di beberapa pulau dan provinsi tetangga, sehingga memicu kepulan asap tebal yang meluas.

“Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik panas terbanyak pada pembaruan kali ini dengan total 1.414 titik. Selain itu, sebaran titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 182 titik, Bangka Belitung 118 titik, Lampung 80 titik, serta Sumatera Barat 9 titik. Sementara itu, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau masing-masing mencatatkan satu titik panas,” ujar Indah.

BACA JUGA : Fenomena Bulan dan Bintang Kejora ‘Berdekatan’, Apakah Durasi Kemarau Masih Panjang?

Untuk wilayah Provinsi Riau sendiri, BMKG mencatat terdapat 125 titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Riau, yakni mencapai 73 titik, disusul oleh Kabupaten Kampar dengan 34 titik panas.

“Wilayah lain di Riau yang turut menyumbang sebaran titik panas antara lain Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 11 titik dan Kota Dumai dengan 3 titik. Sementara itu, Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Siak masing-masing terdeteksi memiliki satu titik panas,” jelas Indah.

Dampak dari sebaran karhutla ini membuat empat daerah di Riau kini resmi diselimuti asap tebal. Berdasarkan pembaruan data visibility pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Kota Pekanbaru menyusut hingga tersisa 3,5 kilometer akibat terkontaminasi partikel asap.

BACA JUGA : Mobil Jeep dan Cerita Ketakutan yang Tumbuh di Tahun 1990-an

“Kondisi serupa juga melanda wilayah lain di Riau. Jarak pandang di Pelalawan dan Tambang (Kabupaten Kampar) tercatat menurun hingga 4 kilometer, sementara wilayah Rengat (Kabupaten Indragiri Hulu) berada di angka 5 kilometer,” ucap Indah.

Penurunan jarak pandang yang signifikan ini mulai mengganggu aktivitas transportasi dan berpotensi memicu masalah kesehatan masyarakat.

Exit mobile version