K3 Diduga Diabaikan, SOP Dipertanyakan
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini menjadi sorotan krusial. Dugaan kelalaian teknis dalam pengoperasian alat berat menguat, seiring minimnya transparansi terkait standar operasional di lapangan.
“Apakah K3 benar-benar diterapkan atau hanya sekadar formalitas administrasi? Jangan sampai nyawa pekerja dianggap murah demi target proyek,” tegas sumber lain.
Desakan Keras: Audit Total dan Sanksi Tegas
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Audit total terhadap pelaksanaan proyek dinilai mendesak, termasuk menelusuri potensi pelanggaran SOP dan tanggung jawab hukum kontraktor.
Jika terbukti lalai, publik menuntut sanksi tegas—baik administratif maupun pidana—agar kejadian serupa tidak terulang.
BACA JUGA : https://mentereng.id/dr-pofrizal-potret-kerja-keras-patut-dicontoh-dari-kejari-kaur-ke-kejati-riau/
“Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Korban berhak mendapatkan keadilan, dan pihak yang lalai harus dihukum seberat-beratnya,” tegas perwakilan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi, memperkuat kesan lepas tangan atas tragedi yang terjadi.















Response (1)