John Herdman Coret Marc Klok, Rizky Ridho Kapten, Diks Sampaikan Pesan Ini!

duel krusial FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik, susunan 23 pemain final Timnas Indonesia asuhan John Herdman memunculkan sejumlah kejutan.

Menjelang duel krusial FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik, susunan 23 pemain final Timnas Indonesia asuhan John Herdman memunculkan sejumlah kejutan.
banner 468x60

Tercatat, Ferarri hanya merumput sebanyak 14 kali bersama The Guardian. Statistik ini jauh lebih sedikit jika dikomparasi dengan bek-bek potensial lain yang tidak dipanggil, seperti Kadek Karel, Komang Teguh, hingga Kakang Rudianto.

Menanggapi kritik tersebut, Herdman menegaskan bahwa seleksi di era kepemimpinannya tidak melulu bersandar pada menit bermain di klub, melainkan performa aktual selama masa Training Camp (TC).

“Ferarri adalah sosok yang kami yakini memiliki potensi tinggi. Penampilannya saat masih dilatih Shin Tae-yong—sebelum ia dibekap cedera—menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang berada di jalur perkembangan yang sangat positif,” bela Herdman.

Lebih lanjut, pelatih berusia 50 tahun itu menantang sistem meritokrasi di dalam timnya. Ferarri dinilai telah membayar lunas kepercayaan pelatih lewat kerja keras selama TC bulan Mei.

“Setiap pemain harus membuktikan haknya. Kami mengadakan kamp latihan pada bulan Mei dan memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk membuktikan bahwa mereka layak berada di sini untuk bulan Juni. Dan Ferarri berhasil membuktikan haknya,” tegasnya.

Sebagai penutup, Herdman mewajarkan adanya polemik di kalangan suporter. “Publik akan selalu memiliki pertanyaan karena sepak bola adalah permainan opini. Tetapi kami (tim pelatih) selalu kembali pada parameter, profil yang kami butuhkan, dan kedisiplinan dalam proses seleksi,” pungkas Herdman.

Kevin Diks Soroti Potensi Besar Matthew Baker di Timnas Indonesia

Bek Timnas Indonesia Kevin Diks menyoroti potensi besar yang dimiliki pemain muda Matthew Baker. Ia menilai pemain berusia 17 tahun itu memiliki masa depan cerah bersama skuad Garuda.

Menurut Diks, kualitas Matthew sudah terlihat sejak awal mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia.”Terkait Matthew, saya rasa dia pemain muda yang baik dan punya banyak potensi,” ujar Diks saat konferesi pers di Stadion Uatama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Diks mengaku memahami situasi yang sedang dihadapi Matthew dalam tahap awal kariernya. Ia juga memulai perjalanan sebagai pesepak bola profesional ketika masih berusia 17 tahun.

“Saya bisa melihat apa yang pelatih lihat dalam dirinya sejak hari pertama. Potensi besar, masih sangat muda dan saya bisa memahami situasinya,” kata pemain yang saat ini berkarir di Liga Jerman bersama Borussia Mönchengladbach itu.

Meski demikian, Diks menilai pemain muda membutuhkan proses adaptasi untuk menghadapi tekanan yang berbeda. Karena kondisi di Tim Nasional jauh berbeda dibandingkan klub.

“Tentu saja di tim nasional tekanannya lebih besar daripada di level klub. Jadi saya mencoba membantunya sebisa mungkin.,” ucap Diks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *