Berita  

Petani Sawit Terjepit, Apkasindo Desak Pemerintah Tera Ulang Timbangan di Ramp dan Atur Harga Pembelian

Timbangan ramp tidak standar mengacu pada jembatan timbang atau timbangan platform dengan jalur landai (ramp) yang tidak sesuai dengan regulasi teknis Metrologi Legal.

Timbangan ramp tidak standar mengacu pada jembatan timbang atau timbangan platform dengan jalur landai (ramp) yang tidak sesuai dengan regulasi teknis Metrologi Legal.
banner 468x60

Sorotan serupa juga datang dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu daerah pemilihan Bengkulu Utara, Samsir Alam. Ia menilai penurunan harga sawit yang terjadi saat ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, mengingat sektor perkebunan masih menjadi penggerak utama ekonomi di Bengkulu.

Menurut Samsir, harga TBS yang kini berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp2.900 per kilogram membuat pendapatan petani hampir tidak memberikan keuntungan karena sebagian besar hanya habis untuk biaya operasional kebun dan ongkos panen.

“Harga sawit yang turun drastis sangat memukul ekonomi petani. Dengan harga di kisaran Rp2.500 sampai Rp2.900 per kilogram, penghasilan petani nyaris hanya cukup untuk biaya perawatan dan panen,” ujar Samsir.

Ia meminta seluruh PKS di Bengkulu tetap mematuhi harga pembelian yang sebelumnya telah disepakati bersama, yakni sebesar Rp3.300 per kilogram. Menurutnya, kepatuhan terhadap harga acuan menjadi salah satu langkah penting agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak.

“Kami meminta pabrik membeli TBS sesuai harga yang sudah disepakati sebesar Rp3.300 per kilogram. Petani harus tetap mendapat keuntungan agar roda ekonomi masyarakat Bengkulu tetap berjalan,” katanya.

Samsir menegaskan sektor pertanian dan perkebunan sawit masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, kestabilan harga komoditas sawit harus menjadi perhatian bersama agar dampaknya tidak semakin meluas terhadap kondisi ekonomi masyarakat Bengkulu.

“Perputaran ekonomi Bengkulu sampai hari ini masih sangat bergantung pada sektor pertanian, terutama perkebunan sawit,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *