Masuknya Islam ke Bengkulu
Ihwal sekitar masuk dan berkembangnya Islam ke Bengkulu, tulis Rohimin dkk, berdasarkan catatan sejarah, sulit diambil kesimpulan kapan tepatnya Islam masuk pertama kali ke Bengkulu. “Jika dicermati masa masuknya Islam ke Bengkulu, baik yang masuk dari Aceh, Pagaruyung, maupun Banten, maka diperkirakan antara abad XV sampai XVI. Jika dicermati dari fakta aspek sosial budaya yang ada dan berkembang di Bengkulu, lebih dekat dari Pagaruyung (abad XVII).”
Melalui Minangkabau (Sumatera Barat), tulis Ismail, Islam masuk ke wilayah Bengkulu melalui proses pernikahanan antara Sultan Muzaffar Syah, Raja dari Kerajaan Indrapura dengan Putri Serindang Bulan, putri Raja dari Rio Mawang dari Kerajaan Lebong (1620-1660). Kemudian diperkuat dengan datangnya Bagindo Maharaja Sakti dari Kesultanan Pagaruyung pada abad ke-16 dan menjadi Raja Sungai Lemau, Kesultanan Mukomuko yang berada di bawah pengaruh Kesultanan Indrapura Sumatera Barat.
“Ulama Minangkabau dalam kaitannya dengan proses Islamisasi masyarakat dan pengembangan pendidikan di Bengkulu, masih berlangsung secara terus menerus dalam rentang waktu yang sangat panjang mulai dari abad XVII sampai abad XXI.”
Dalam kaitan dengan Islamisasi di Bengkulu oleh ulama Minang, tulis Ismail, tercatat Syekh Burhanuddin Ulakan yang merupakan salah satu pendakwah Islam di Minangkabau dengan tarekat Syattariyahnya sudah sampai ke Bengkulu dalam masa hidupnya. “Sampai saat ini tarekat Syattariyah masih eksis di Curup dan Mukomuko. Selain jalur tarekat Syattariyah, Islamisasi awal di Bengkulu juga dilanjutkan oleh kelompok- kelompok tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyyah yang para muridnya mengembangkan surau suluk di Mukomuko, Bengkulu Tengah dan Rejang Lebong.”
Segelas Kawe(o) untuk Diskusi
Berdasarkan catatan-catatan yang ada, diketahui bahwa kopi yang berasal dari Etiopia perlahan menjadi minuman kaum sufi untuk berzikir di Yaman, lalu menyebar ke dunia Islam dan non-Islam. Di Bengkulu, kendati belum diketahui kapan pertama kali diperkenalkan, kemungkinan besar pengenalan pertama bukan oleh Inggris dan Belanda, melainkan oleh penyebar Islam dari Minangkabau untuk keperluan zikir dan membangun kemandirian ekonomi surau sebagai basis penyiaran Islam. Kopi kemudian diadopsi secara sukarela oleh penduduk dan secara bertahap menjadi bagian integral kehidupan ekonomi, ekologis, sosial-budaya, dan politik. (**)















Response (1)